Hukum

  • Category Archives : Hukum

Jangan Benturkan Kami ( Bangsa Indonesia )

Saya sebagai rakyat biasa  mengingatkan agar semua pihak tidak mendikotomikan atau membenturkan Islam dan nasionalis sebagai kelompok yang saling bertentangan dan sulit disatukan,  jika ada pihak yang mendikotomikan, berarti hal itu merupakan upaya adu domba antara anak bangsa. “Saya ingin garis bawahi dari pandangan Islam bahwa setiap muslim diajarkan oleh agamanya untuk cinta negara, cinta

Selayang Pandang Bhineka Tunggal Ika Untuk Persatuan

Sejak negeri ini merdeka atau selama 71 tahun berlalu dan terus berlanjut hari demi hari, menunjukkan bahwa Indonesia mampu mempertahankan eksistensinya sebagai sebuah negara dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Semboyan yang bermakna bahwa meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetaplah suatu kesatuan. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika merupakan sebuah penggambaran bahwa persatuan dan kesatuan bangsa

Waspadai Politik Adu domba

Seperti biasa, saya sebagai pengamat kelas coro ingin mengajak para pembaca bersama-sama mengamati kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi di negara kita tercinta. Terkait maraknya kabar-kabar hoax yang tersebar di sosial media yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan. Politik adu domba, ya mungkin itu yang harus kita waspadai mengingat bangsa kita adalah bangsa yang majemuk, dengan

KESALAHAN DALAM ARTI LUAS DAN MELANGGAR HUKUM

Kesalahan dalam arti luas meliputi : A. Sengaja Jenis-jenis sengaja Sengaja sebagai maksud; Sengaja dengan kesadaran tentang kepastian; Sengaja dengan kesadaran kemungkinan sekali terjadi B. Kelalaian (Culpa) Menurut Hazewinkel – Suringa delik culpa merupakan delik semu sehingga diadakan pengurangan pidana. Van Hamel membagi culpa atas dua bagian yaitu : Kurang melihat kedepan yang perlu. Kurang hati-hati yang

PERBUATAN DAN RUMUSAN DELIK

A. PENGERTIAN DELIK Hukum pidana Belanda memakai istilah strafbaar feit, kadang-kadang juga delict dan negara-negara Anglo Saxon memakai istilah offense atau criminal act untuk maksud yang sama. Sedangkan Indonesia memakai istilah yang sama dengan Belanda dan pada tulisan ini dipakai istilah yang netral yang delik. B. RUMUSAN DELIK Ada dua golongan penulis yang pertama merumuskan

INTERPRETASI UNDANG-UNDANG PIDANA

A. PENTINGNYA INTERPRETASI Interpretasi undang-undang pidana diperlukan agar rumusan delik yang abstrak dapat diterjemahkan kedalam keaadaan yang konkret. Penafsiran yang paling sesuai dengan ini ialah penafsiran sosiologi atau sesuai dengan kehidupan masyarakat setempat. B. PENEMUAN HUKUM OLEH HAKIM PIDANA Khusus Indonesia, pasal 27 Undang-undang Pokok Kekuasaan Kehakiman mengatakan, bahwa hakim sebagai penegak hukum dan keadilan wajib menggali,

RUANG LINGKUP KEKUATAN BERLAKUNYA HUKUM PIDANA

A. ASAS LEGALITAS Asas Legalitas tercantum di dalam pasal 1 ayat 1 KUHP yang berbunyi :”Tiada suatu perbuatan (feit) yang dapat dipidana selain berdasarkan kekuatan ketentuan perundang-undangan pidana yang mendahuluinya”. Asas Legalitas dalam bahasa Latin dirumuskan sebagai : “Nullum delictum nulla poena sine praevia legi poenali” yang dapat diartikan sebagai : “Tidak ada delik, tidak

Actus Reus (Kejahatan yang dilakukan) end Mens Rea (sikap bathin pelaku saat melakukan)

Bahwa suatu perbuatan dianggap telah melanggar hukum dan dapat dikenakan sanksi pidana, harus dipenuhi dua unsur, yaitu adanya unsur actus reus (physical element) dan unsur mens rea (mental element). Unsur actus reus adalah esensi dari kejahatan itu sendiri atau perbuatan yang dilakukan, sedangkan unsur mens rea adalah sikap batin pelaku pada saat melakukan perbuatan (Zainal

Mencermati UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan

UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan ini disahkan pada 9 Juli 2009. UU 24/2009 ini secara umum memiliki 9 Bab dan 74 pasal yang pada pokoknya mengatur tentang praktik penetapan dan tata cara penggunaan bendera, bahasa dan lambang negara, serta lagu kebangsaan berikut ketentuan – ketentuan pidananya.